Monday, 15 June 2015

mengotori langit.



Suatu hari seorang lelaki pemarah menemui abangnya. Dia menghamburkan kata-kata kesat. Abangnya mendengar dengan sabar, tenang, dan tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya lelaki itu berhenti memaki. Setelah itu, Abangnya bertanya,” Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu ?” “Tentu saja menjadi milik si pemberi.” Jawab lelaki itu.

”Begitu juga dengan kata-kata kasarmu,” balas abangnya .”Aku tidak mau menerimanya, jadi itu adalah milikmu. Kamu harus menyimpannya sendiri. Aku khuwatir jika nanti kamu harus menanggung akibatnya, kerana kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Lelaki itu mendengarkan  dan merasa malu. Dia meminta maaf dan berlalu pergi.


Kita tidak bisa mengotori langit (meludah ke langit).

Tuesday, 14 April 2015

enough is enough.



On this day, you read something that moved you and made you realise there were no more fears to fear. No tears to cry. No head to hang in shame. That every time you thought you’d offended someone, it was all just in your head and really, they love you with all their heart and nothing will ever change that. That everyone and everything lives on inside you. That that doesn’t make any of it any less real. 

That soft touches will change you and stay with you longer than hard ones. 

That being alone means you’re free. That old lovers miss you and new lovers want you and the one you’re with is the one you’re meant to be with. That the tingles running down your arms are angel feathers and they whisper in your ear, constantly, if you choose to hear them. That everything you want to happen, will happen, if you decide you want it enough. That every time you think a sad thought, you can think a happy one instead. 

That you control that completely. 

That the people who make you laugh are more beautiful than beautiful people. That you laugh more than you cry. That crying is good for you. That the people you hate wish you would stop and you do too.

That your friends are reflections of the best parts of you. That you are more than the sum total of the things you know and how you react to them. That dancing is sometimes more important than listening to the music. 

That the most embarrassing, awkward moments of your life are only remembered by you and no one else. That no one judges you when you walk into a room and all they really want to know, is if you’re judging them. That what you make and what you do with your time is more important than you’ll ever fathom and should be treated as such. That the difference between a job and art is passion. That neither defines who you are. That talking to strangers is how you make friends. 

That bad days end but a smile can go around the world. That life contradicts itself, constantly. That that’s why it’s worth living. 

That the difference between pain and love is time. That love is only as real as you want it to be. That if you feel good, you look good but it doesn’t always work the other way around. 

That the sun will rise each day and it’s up to you each day if you match it. That nothing matters up until this point. That what you decide now, in this moment, will change the future. Forever. That rain is beautiful.



And so are you.

saya tulis ini untuk awak.





Si anak lelaki memandang neneknya yang sedang menulis surat, lalu bertanya, “Apakah Nenek sedang menulis cerita mengenai kita? Apakah cerita ini tentang saya?”

Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya, “Nenek memang sedang menulis tentang dirimu..tetapi ada yang lebih penting daripada ayat yang sedang Nenek tulis, iaitu pensil yang Nenek gunakan. Mudah–mudahan kamu menjadi seperti pensil ini, apabila kamu sudah dewasa nanti.”

Si anak lelaki merasa hairan, diamatinya pensil itu, kelihatannya biasa sahaja.

“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil–pensil lain yang pernah kulihat!” kata si anak lelaki itu dengan penuh kehairanan.

“Itu bergantung bagaimana kamu memandang segala sesuatunya. Ada lima perkara yang penting, dan jika kamu berhasil menerapkannya, kau akan sentiasa merasa damai dalam menjalani kehidupanmu.”

Pertama : Kau sanggup melakukan hal–hal yang besar, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada yang membimbing setiap langkahmu. Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.

Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan mengasah pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi jauh lebih tajam. Begitu juga dengan kamu, kamu harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, kerna penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.

Ketiga : Pensil ini tidak keberatan jika kita menggunakan pemadam yg berada pada tubuhnya untuk menghapus kesalahan–kesalahan yang kita buat. Ini bererti, tidak mengapa jika kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.

Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah pada bahagian luarnya yang diperbuat daripada kayu, tetapi bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu, apa yang sedang berlaku di dalam diri kamu.

Dan yang Kelima : Pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyedari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.


Wednesday, 31 December 2014

dunia itu medan ujian.

Tahun 2014 bakal melabuhkan tirainya,dan bermula lah tahun baru 2015,segalanya terlalu cepat berlalu..banyak perkara berlaku dan berubah..dan setiap perkara ada kesannya,sama ada positif atau negatif..kenangan yang berlalu mungkin tak dapat dinikmati lagi,dan kenangan pahit lebih segar dalam ingatan..itulah yang dinamakan lumrah kehidupan, hidup ini ada manis pahit nya,semua tak akan terlepas untuk merasai..Allah sentiasa menguji hamba-Nya,dan Dia mahu melihat siapakah dikalangan hamba-Nya yang sabar dan memohon perlindungan kepada-Nya.

:وقوله سبحانه

 وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ * الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ * أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ 


Firman Allah s.w.t yang bermaksud: “Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Iaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa oleh sesuatu kesusahan, mereka berkata: Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali. Mereka itu ialah orang-orang yang dilimpahi dengan berbagai-bagai kebaikan dari Tuhan mereka serta rahmat-Nya; dan mereka itulah orang-orang yang dapat petunjuk hidayah-Nya.”
(Albaqarah : 155-157)

Dalam ayat ini terdapat 5 elemen ujian Allah terhadapa hamba-hamba-Nya :

1-الْخَوْفِ (ketakutan @ kegelisahan) : ketakutan atau kegelisahan dalam ayat ini terkandung dua perkara iaitu:

alhamm ( الْهَمِّ )

ketakutan atau kegelisahan yang belum terjadi,seperti gelisah dalam menghadapi masa akan datang dalam kehidupan dari segi pekerjaan,amal ibadah,dll.

alhuzun (الْحُزن )

ketakutan dan kegelisahan yang telah berlaku,kesan daripada kehidupan yang telah dilalui pada masa silam.

ketakutan dan kegelisahan ini sentiasa ada didalam hati manusia,sangat dekat dengan jiwa manusia..gelisah tentang kehidupan..dihimpit rasa susah hati,sering memikirkan kesan dan akibat yang akan berlaku pada masa akan datang..dan juga perkara-perkara musibah yang telah terjadi,terasa pedih dengan dugaan yang dihadapi,

Sayyid Qutb berkata: Penganut-penganut akidah itu pasti diuji dengan kesusahan agar pegangan hati mereka bertambah kukuh dan kuat, kerana kesusahan-kesusahan dan penderitaan-penderitaan itulah yang dapat merangsangkan segala kekuatan dan daya tenaga mereka yang terpendam dan tersimpan. Ia dapat membuka pintu-pintu dan lorong-lorong rahsia di dalam hati yang tidak dapat diketahui oleh seorang Mukmin kecuali ia berada di bawah tekanan kesusahan dan penderitaan.

2-الْجُوعِ (lapar dan dahaga) : ujian lapar dan dahaga ini Allah uji pada hamba-Nya dengan ketiadaan sumber makanan dan minuman,seperti berlakunya banjir besar,makanan dan minuman sudah dibawa arus,dan mereka dalam keadaan lapar tiada makanan dan kehausan tiada minuman bersih untuk diminum.

3-نَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ (kekurangan harta benda atau wang) : ketiadaan harta benda dan wang ringgit adalah perkara sinonim bagi manusia,baik yang kaya atau yang miskin akan merasa segala yang ada masih tidak cukup,dan Allah hadirkan ujian kekurangan harta dengan kemusnahan bala bencana banjir,ribut taufan dan sebagainya, memusnahkan semua dalam sekelip mata.

4-وَالْأَنْفُسِ (kehilangan nyawa atau hidupan)  : kehilangan hidupan dimuka bumi adalah ujian yang berat bagi manusia,kasih sayang yang bertaut,segunung cinta yang telah dibina,dan semuanya adalah milik Allah,kerana semua itu akan kembali pada-Nya.

5-الثَّمَرَاتِ (kehilangan kebun dan ladang) : kehilangan kebun atau ladang,yang sudah bertahun ditanam,dijaga rapi..dan merupakan aset terpenting dalam kehidupan dari segi harta pencarian dan sumber makanan bagi manusia.



Dan Allah menutup ayat diatas dengan وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ,berilah khabar gembira bagi mereka yang sabar. kemudian Allah sifatkan orang yang beriman ini dalam ayat selepasnya,apabila didatangkan kepada mereka ujian-ujian Allah mereka menyebut إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ((Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah kami kembali.))

Dalam hadis Nabi S.A.W juga ada menerangkan sifat sabar :



Dari Aisyah r.a diceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ان الصبر عند الصدمة الاولى  

Artinya: Sabar yang sempurna adalah pada pukulan (saat menghadapi cubaan) yang pertama. (1)


Syeikh al-Maghari berkata: Orang yang bersabar akan memperoleh keampunan dan pujian daripada Tuhan mereka atas perbuatan mereka bagi mendapat rahmat yang berupa ketenangan jiwa ketika mengalami bencana. Orang kafir amat iri hati dengan rahmat yang diterima oleh orang mukmin. Justeru, apabila orang kafir ditimpa musibah terasa sempitlah bumi ini sehingga sanggup bunuh diri, jika tidak menemui jalan penyelesaiannya.

Mereka orang yang mendapat petunjuk jalan kebenaran dan oleh yang demikian, mereka menyerahkan kepada ketentuan qada sehingga perasaan keluh kesah tidak dapat menguasai dirinya lagi. Mereka mendapat kebaikan dan ketenangan di dunia serta mendapat kebahagiaan di akhirat, lantaran jiwa yang bersih kemudian perangai yang dihiasi dengan amalan yang soleh.


Antara iktibar dan pengajaran ayat:
  • Dunia merupakan medan ujian bagi mengesahkan dan menapis hakikat perhambaan. Jika berjaya nescaya bahagialah, sebaliknya jika rebah nescaya rugilah.

  • Amat besar ganjaran dan balasan Allah terhadap orang yang sabar sehingga dikurniakan tiga keistimewaan, iaitu selawat, rahmat dan hidayah daripada Tuhan mereka.
  • Hendaklah seseorang mengamali doa istirja’(إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ) kerana ia merupakan ikrar dengan `ubudiyah dan pemilikan hanya bagi Allah dan disudahi dengan ikrar dengan fana dan bangkitnya daripada kubur serta yakin bahawa segala urusan kembali kepada Allah jua. Sebagaimana kata Syeikh al-Maghari.






_________________________________________________________________________________

[1] أخرجه البخاري (1283) ومسلم (926/14) والترمذي (987) وأبو داود (3124) والنسائي (4/22) وابن ماجه (1596) من حديث أنس رضي الله عنه.


Saturday, 18 October 2014

jika benar di sisi Allah..DIA adalah penyelesian bagi kamu.

Berkata Imam Ibnu Hajar Al Askolany :

"Sultan Ba Yazid 1 adalah antara raja yang soleh. Amat digeruni musuh dan cintakan Ilmu dan pewarisnya. Suka Ahli Quraan dan kerap duduk di suatu tempat yang boleh dikunjungi oleh sesiapa yang ingin mengadu permasalah mereka".

Sultan Kerajaan Uthmaniyah Ba Yazid 1 tiba-tiba terjaga dari tidurnya. Dalam keadaan terkejut Baginda terus memanggil pegawai istananya dan pergi ke sebuah kampung.

Baginda menyamar menjadi orang biasa. Apabila sampai di kampung yang ditujui Baginda mendapati orang ramai sedang mengerumi satu mayat yang terbaring di tepi jalan. 

Baginda bertanya : Kenapa dibiarkan mayat ini?. 

Orang kampung : Kami tidak tahu asal usul orang ini.

Sultan : Lalu kenapa tiada sesiapa yang menguruskannya?.

Dengan perasaan serba salah orang kampung  menjawab : Bukan kami tidak ingin menguruskannya... tapi kami kami tidak suka dengan perangai si mayat ketika hidupnya.

Sultan : Cuba jelaskan keadaannya ketika hidup.

Orang Kampung : Seringkali kami lihat dia berjalan sambil memegang botol arak dan kami juga serangkali nampak beliau membawa pelacur bersamanya.

Baginda semakin hairan dengan mimpinya. Ada suatu suara yang menyuruh Baginda menguruskan jenazah tersebut dan mengebumikannya di  maqam diraja.

Akhirnya Baginda menyuruh pegawainya menguruskan jenazah dan mengebumikan dekat maqam diraja. Namun Baginda masih tidak berpuas hati. Setelah selesai urusan pengebumiannya Baginda berjalan dan mencari maklumat mengenai arwah lelaki tersebut.

Akhirnya Baginda mendapat tahu arwah adalah seorang pembuat kasut. Baginda terus menuju rumah yang didiami arwah ketika hidupnya.

Apabila sampai di rumah arwah Baginda pun memberi salam. Setelah dijemput masuk isteri arwah berkata : Tentu tuan ini Sultan Ba yazid. Adakah suami saya yang soleh itu sudah meninggal?.  Adakah beliau sudah selamat dikebumikan?.

Sultan Ba Yazid sangat terkejut dengan apa yang diperkatakan oleh perempuan itu. Baginda bertanya : "Bagaimana kamu kata dia seorang suami yang soleh?.Bagaimana kamu boleh hidup dalam kesusahan sedangkan beliau mendapat hasil yang lumayan dan asyik berpoya-poya dengan arak dan perempuan?.

Isteri arwah sambil tersenyum berkata : Suami saya setiap hari balik membawa  rezeki yang secukupnya untuk keperluan kami. Saya tahu beliau kerap kali dilihat membawa botol arak dan perempuan. Tapi keadaan sebenarnya ialah beliau suka menasihati seorang kawannya yang kaki arak. Dan untuk mengelakkan lelaki itu minum arak beliau telah membeli arak dari lelaki tersebut dan membawanya sebelum dibuang atau dipecahkan. Ada pun perempuan yang dilihat bersama suami saya itu ialah wanita yang ingin diselamatkan dari rumah pelacuran.

Isteri arwah berhenti sebentar sambil mengesat air matanya. Kemudian beliau kembali menyambung cerita : "Saya pernah meminta arwah agar berniaga di sebelah rumah akan tetapi sekeliling kami orang-orang yang susah. sebab itu arwah berniaga di tempat yang jauh.

Saya juga bertanya bagaimana suatu hari nanti kalau dia meninggal tengah jalan, siapa pula yang akan menggambil tanggungjawab menguruskan jenazahnya. Arwah berkata : "Kan Sultan Ba Yazid ada, nanti dia yang uruskan.

Sekarang betul kata-katanya dan Tuanku bersama saya sekarang".

Tuesday, 30 September 2014

Tangkapan keindahan,simpanlah baik-baik dalam hati kamu.



Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan termenung kosong melihat ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana di merata tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar suara sengau memecah kesunyian.

“Buat apa kau di sini, anak muda?” tegur seorang pakcik yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Saya penat pakcik..saya sudah berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak kunjung tiba..entahlah, ke mana lagi harus saya mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.

“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor rama-rama. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata pakcik itu lagi. Meskipun rasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang mekar serta rama-rama yang beterbangan di sana.

Dari kejauhan kelihatan si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya. Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya rama-rama ke arah lain. Hap! Gagal lagi. Dia berlari tidak tentu hala, menerjah rerumput, tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun rama-rama berhasil ditangkapnya.

Lalu pakcik itu mendekat dan menghentikan si pemuda. ”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari, menerjah tak tentu arah, bahkan berusaha mendapatkan tanpa peduli apa yang kamu rosakkan?”

Pakcik itu dengan tegas berkata, ”Nak, mencari kebahagiaan sama seperti menangkap rama-rama. Tidak perlu kamu tangkap fizikal rama-rama itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya. Tangkaplah keindahan warna dan gerakannya di pikiranmu dan simpan baik-baik di dalam hatimu.

Demikian juga dengan kebahagiaan. Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau sedari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu mengerti?”

Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tersenyum. ”Terima kasih pakcik. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Saya akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”

Pakcik itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor rama-rama hinggap di hujung jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya.

Setiap manusia inginkan kebahagiaan. Tetapi sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyedari bahwa kebahagiaan tidak kemana-mana tetapi sentiasa ada di mana-mana. Kebahagiaan itu hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan tentunya setiap hati yang selalu mensyukuri.



Monday, 22 September 2014

duri-duri sempurna.



Hari itu, adalah musim sejuk yang melampau di Kanada. Banyak binatang yang mati akibat terlalu sejuk.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok landak. Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua dan dapat menghangatkan diri mereka. Lalu mereka mendekatkan diri satu sama lain. Namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasakan dingin yang membeku, dan akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati?

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka-luka kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan mampu bertahan hidup.

Ketidak sempurnaan manusia itu yang melengkapkan diri kamu..

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih bermakna & mampu bertahan dalam situasi atau apa-apa ancaman sekalipun.